Berbincang
Seni

Lets Art-iculate…

Proyek riset
Gulir

Tentang saya

Fabiandra Andries

Fabiandra Andries membetulkan kacamatanya di depan fasad bata merah berarkade

Saya Fabiandra, seorang mahasiswa S2 yang sedang mempelajari Sejarah Seni di Sorbonne Université di Paris.

Sejak saya kecil saya jatuh cinta kepada Sejarah Seni melalui sebuah buku tentang mitologi Mesir yang ada di perpustakaan sekolah saya. Saya dikenalkan tentang Museum Louvre di Paris oleh salah satu guru saya, dan sejak saat itu, Paris menjadi kota impian saya untuk belajar.

Sejak kedatangan saya ke Perancis di tahun 2021, saya sudah melakukan 164 kunjungan ke lebih dari 56 museum, monumen dan situs bersejarah di Eropa. Lebih dari itu, saya juga sudah meluncurkan beberapa proyek personal yang berjalan paralel dengan studi saya seperti akun Instagram BerbincangSeni dimana saya berbagi tentang tidak hanya sejarah seni tapi juga pengalaman dan cerita-cerita dari hidup sebagai seorang mahasiswa Indonesia di Paris. Di tahun 2025, saya juga mengorganisir pameran kecil yang memperkenalkan sosok Raden Saleh kepada publik, acara ini dihadiri oleh sekitar 50 audiens internasional dan juga diaspora Indonesia di Paris.

Setelah lulus dari program Sarjana saya dalam bidang Sejarah Seni di tahun 2026, saya sekarang melanjutkan studi saya dalam Sejarah Seni di ranah Master.

Proyek riset

Raden Saleh (1811–1880): Orientalism from The Orient

Tren Orientalisme di abad ke-19 selalu terkait erat dengan perspektif, fantasi, dan imaginasi Eropa yang terinspirasi dari tulisan-tulisan yang di impor dari Timur tengah.

Namun, apa yang terjadi jika ada seorang pelukis dari Asia yang hadir di Eropa, dan mengekspresikan visi miliknya terhadap sisi dunia Timur?

Selengkapnya

Kenapa topik ini penting?

Di abad ke-19 di mana Seni dari kultur non-Eropa selalu dipandang melalui definisi dan cara pandang Eropa, Raden Saleh menyuguhkan suatu visi yang berlainan melalui karya-karyanya. Sebagai orang Asia pertama yang berhasil mendapatkan pendidikan artistik Eropa di zaman itu, beliau memberi nuansa yang lebih dalam terhadap kultur di luar Eropa dengan cara menyuguhkan suatu pandangan lain terhadap dunia Timur yang kali ini muncul sebagai memori, pengalaman dan bahkan tempat masa kecilnya sendiri.

Yang menarik adalah bagaimana 2 latar belakang artistik Jawa dan Eropa bertaut dalam lukisan-lukisan Raden Saleh, dan membuat visi original yang lahir dari dua dunia seni yang berbeda. Terlebih lagi, hadirnya Raden Saleh dalam tren Orientalisme di abad ke-19 ini sangat penting untuk memaparkan pandangan yang baru terhadap fenomena sosio-artistik ini melalui metodologi post-kolonial sebagaimana karya pelukis ini tidak hanya mewakili Asia di Eropa, tapi juga membedakan dirinya dari imajinasi dan fantasi Eropa tentang kebudayaan-kebudayaan dari Timur.

Penangkapan Pangeran Diponegoro, lukisan Raden Saleh tahun 1857

“Orang Asia pertama yang memperoleh pendidikan seni Eropa.”

Raden Saleh, Penangkapan Pangeran Diponegoro, 1857 — Istana Negara, Jakarta

Siapa Raden Saleh?

Raden Saleh Syarif Boestaman atau lebih dikenal dengan nama Raden Saleh, adalah seorang pelukis abad ke-19 yang lahir di Jawa pada tahun 1811. Seniman ini dikenal sebagai pelukis dari karya berjudul Penangkapan Diponegoro yang dilukis pada tahun 1857. Sejak kecil, keahliannya dalam bidang seni mengambil perhatian seorang pelukis Belgia bernama Auguste Antoine Payen (1792–1853) yang menjadi salah satu guru pertamanya yang akhirnya akan mendorong kepergian Raden Saleh ke Eropa untuk melanjutkan edukasi artistiknya pada tahun 1829.

Selama ia hidup di Eropa, Raden Saleh mempelajari seni Eropa melalui Museum, galeri seni dan juga menjadi murid di bawah seniman-seniman Eropa seperti Horace Vernet (1789–1863) saat dia berada di Paris.

Sesudah ia kembali ke Jawa pada tahun 1851, seniman ini tidak hanya melanjutkan karir seninya tapi juga memperluas bidang yang ia teliti ke berbagai ranah seperti Paleontologi, Arkeologi dan bahkan Zoologi dengan mengembangkan institusi yang menjadi cikal bakal Kebun Binatang Ragunan di Jakarta Selatan hari ini.

Kenapa menggunakan cara penggalangan dana?

Sebagai orang Indonesia yang tumbuh dikelilingi oleh orang-orang yang sangat bersemangat dan peduli akan Sejarah dan Budaya, saya percaya bahwa kesempatan untuk membantu dan mendukung penelitian terhadap Seni dan Budaya adalah hak yang harus dimiliki semua orang, terlepas dari latar belakang finansial mereka. Saya berkali-kali bertemu dan dipercaya oleh orang-orang yang berani mengurangi makanan mereka sehari-hari demi memperjuangkan kemajuan studi dalam Budaya.

Orang-orang ini sangat menggugah cara pandang saya terhadap esensi paling penting dari penggalangan dana yang bukan hanya sisi finansial saja, tetapi mempunyai hati, kepedulian, jiwa dan rasa memiliki terhadap studi dan riset yang dijalankan.

Saya harap dengan mengumpulkan dana secara kolektif ini, saya bisa memberikan kesempatan kepada individu-individu yang mempunyai jiwa yang sama dengan saya terhadap Budaya, untuk menjadi bagian daripada riset dan studi ini. Dengan harapan bahwa riset ini bisa membawa kita untuk lebih mengerti dan memiliki Budaya yang kita punya.

Bagaimana cara mendukung riset ini?

Seluruh dana akan dikumpulkan ke dalam dua rekening bank yang berbeda. Rekening pertama adalah rekening Revolut atas nama saya (untuk transfer internasional), sedangkan rekening kedua adalah rekening di Indonesia untuk memudahkan transfer dari sesama warga Indonesia. Rincian kedua rekening bank tersebut terlampir di bagian bawah halaman ini.

Rincian mengenai jumlah dana yang dibutuhkan juga dapat dilihat pada rincian kebutuhan riset di bawah.

Pada akhir periode penelitian selama 2 bulan, saya akan mempublikasikan laporan pengeluaran terperinci mengenai penggunaan dana selama proses penelitian.

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai penelitian atau pendanaan ini, silakan hubungi saya melalui platform kontak berikut.

Transparansi

Rincian kebutuhan riset

€0 terkumpul dari €6.455

Diperbarui 16 Agustus 2026

Keperluan Jumlah
Rincian anggaran ditampilkan di sini.
Total yang dibutuhkan

Angka-angka ini berasal dari anggaran yang diajukan bersama proposal riset. Laporan penggunaan dana yang lengkap akan terbit setelah periode riset dua bulan.

Transfer internasional

Setiap kontribusi membawa riset ini selangkah lebih maju

Semua dana yang diterima melalui rekening internasional akan dikumpulkan di rekening Revolut ini, yang dapat Anda akses dengan mengklik tombol di bawah ini.

Berdonasi lewat Revolut

revolut.me/fabiandraa

Setiap transfer manual dapat dilakukan melalui rekening bank berikut

Detail rekening dimuat dengan JavaScript. Jika tidak muncul, kirim surel ke BerbincangSeni@Gmail.com dan akan saya kirimkan langsung.